Program TMMD Ke-111 Tingkatkan Kemakmuran Masyarakat Indonesia Dari Pinggiran

  • Whatsapp
Program TMMD Ke-111 Tingkatkan Kemakmuran Masyarakat Indonesia Dari Pinggiran
  • Save
Program TMMD Ke-111 Tingkatkan Kemakmuran Masyarakat Indonesia Dari Pinggiran

Bengkayang, Kalbar | Ujungjalan.com – Siapa yang tidak kenal Kalimantan Barat atau Borneo? sebuah provinsi di bagian barat Indonesia itu termasyhur dengan sungai Kapuas dan merupakan sungai terpanjang di Indonesia yang memesona, akan alam sutera, aksen bahasanya yang eksentrik, serta khas adat dan budayanya.

Tidak pula mengesampingkan upaya pemerintah untuk melakukan upaya percepatan dari pinggiran.Upaya untuk mendorong ketertinggalan terus dilakukan.

Bacaan Lainnya

Baca Juga : http://yonifKhitan Anak Warga Ketungau Hulu Anggota Kesehatan Satgas Yonif 144/Jy di Batas Negeri

Kesenjangan pembangunan infastruktur di daerah Kalimantan Barat, masih banyak dijumpai. Sudah tepat jika percepatan pembangunan diberbagai sektor pun, tetap menjadi perhatian pemerintah pusat maupun daerah.

  • Save

Dari berbagai program pembangunan yang mendorong upaya percepatan pembangunan diberbagai bidang fisik maupun non fisik telah diupayakan oleh pemerintah.

Salah satunya melalui program pembangunan wilayah terpencil agar pengelolaan sumber daya serta pengawasan lebih fokus dilakukan. Namun, konsekwensi dari itu semua adalah anggaran, juga menjadi tantangan yang cukup berat bagi pemerintah.

Namun kesetaraan kemajuan wajib untuk diberikan kepada seluruh wilayah dan masyarakat di seantero negeri.

Terus upaya spa yang sedang dilakukan pemerintah? Jawabannya ialah pelibatan seluruh komponen pemerintah, dan kali ini adalah melalui Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).

Baca Juga : Satgas Yonif Mekanis 512/QY Bantu Donorkan Darah Kepada Warga Perbatasan Papua Yang Membutuhkan

Untuk itu, kehadiran TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), tetap diharapkan untuk upaya mendorong percepatan terwujudnya pembangunan di pedesaan.

Komando Resort Militer 121 Alambhana Wanawwai pada program TMMD ke- 111 tahun 2021, hadir di kabupaten Bengkayang melalui Kodim 1202/Singkawang, tepat nya di desa Sentangau Jaya, kecamatan Seluas menjadi objek pembangunan.

Seperti yang sudah di kabarkan sebelumnya bahwa, Sentangau Jaya merupakan sebuah desa yang letaknya tidak jauh dari perbatasan RI-Mly.

Nah! Sangat ironis bukan jika hanya jarak tempuh sekitar 2 X 60 menit mereka masyarakat (red) bisa berbelanja kebutuhan hidup ke negeri Jiran Malaysia.

Untuk itu maka pemerintah saat ini tengah mencanangkan program pembangunan dari pinggiran, agar relevansi seiring dengan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Kemudian dari perkembangan secara fisik maupun non fisik dari setiap daerah, maka akan muncul lonjakan tingkat pendapatan perkapita.

Baca Juga : Jaga Stabilitas Keamanan, Satgas Yonif 512 Gelar Sweeping Rutin Di Perbatasan Papua

Dapat di uraikan berikut adalah beberapa kegiatan TMMD ke-111 yang membantu dan bersinergi dengan pemerintah khususnya pemerintah daerah.

Sasaran fisik berupa pembangunan jalan pondasi beton, jembatan, gorong gorong, pembangunan pagar gereja dan renovasi Puskesmas Pembantu. Sedangkan sasaran non fisik diantaranya penyuluhan dan sosialisasi wawasan kebangsaan dan juga penyuluhan dibidang lainnya.

Menurut Danrem 121/Abw Brigjen TNI Ronny,” bahwa semangat gotong royong yang sudah menjadi karakter setiap warga negara Indonesia, terwujud dalam Kemanunggalan TNI bersama rakyat.

Gotong-royong merupakan implementasi dari pelaksanaan dan pengamalan Pancasila sebagai ideologi landasan kita berbangsa.

Satgas TMMD secara bersinergi, bahu membahu dalam program TMMD ke -111 ini bukan hanya sebuah simbol bahwa TNI manunggal bersama rakyat.

“Namun bukan sebuah hal yang berlebihan jika TMMD adalah implementasi dari semboyan kemanungalan TNI,” kata Danrem 121/Abw pada Kamis (1/7/2021).

“Kehadiran program terpadu lintas sektoral, antara TNI, kementerian/lembaga pemerintahan non-kementerian, pemerintah daerah serta komponen bangsa lainnya, disambut baik oleh masyarakat desa Sentangau Jaya,” ungkap Danrem 121/Abw

TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), menjadi roh perjuangan, menyatukan semua komponen bangsa, berjuang bersama, untuk kemakmuran rakyat.

Baca Juga : Dongkrak Semangat berolahraga, Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns bagikan sarana olahraga kepada masyarakat perbatasan

“Kemanunggalan TNI bersama rakyat, harus terus dipelihara dan dipertahankan. Sehingga dapat menjadi kekuatan pertahanan yang kuat, untuk membawa bangsa Indonesia maju dan sejahtera, Bersama rakyat, TNI Kuat,” jelas Jenderal Bintang Satu di Korem 121/Abw.

Sementara itu menurut bupati Bengkayang Sabastianus Darwis, S.E., M.M mengatakan, hadirnya program TMMD ini, pemerintah daerah kabupaten Bengkayang sangat mengapresiasi kepada TNI Karena tanpa kerjasama dan kesamaan visi dalam membangun bangsa, mustahil dapat diwujudkan pemerataan pembangunan.

Dengan terwujudnya pembangunan fisik dan non fisik ini, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bengkayang terutama yang menjadi sasaran TMMD dan menambah kecintaan terhadap nusa dan bangsa Indonesia,” pungkas Bupati Bengkayang.

Sementara kalau dipaparkan dari sisi lain, bagaimana pandangan masyarakat terhadap apa yang menjadi program TNI yaitu TMMD, tidaklah berlebihan jika dikatakan oleh masyarakat TNI is the best.

Mengapa demikian? tentu melihat sesuatu harus dari berbagai sudut, nah bukan hanya menframmiing sebuah informasi, namun ternyata masyarakat benar-benar merasakan kehadiran TNI di tengah-tengah mereka.

Seperti halnya dengan apa yang diungkapkan oleh bapak Aloysius kepala desa Sentangau Jaya, merupakan suatu yang mengejutkan tiba-tiba tidak pernah disangka ternyata desanya menjadi sasaran kegiatan TMMD ke-111 Kodim 1202/Singkawang.

Terealisasi sudah apa yang menjadi harapan masyarakat desa yang Ia pimpin, semenjak dibuka kegiatan TMMD ke-111 Kodim 1202/Skw yang bersinergi dengan seluruh Stacholder, di kabupaten Bengkayang.

Kini desa Sentangau Jaya mulailah berubah, mulai pagi hingga menjelang malam hari deru kendaraan pengangkut material, gemuruh suara mesin molen pengaduk semen, serasa memecahkan keheningan di desanya.

Desa itu itu mulai berbenah, setahap demi setahap dari mulai dari jalan yang awalnya berlumpur, kini mulai di pasang papan mal untuk pengecoran.

Belum lagi masyarakat yang dulu harus melewati jembatan penghubung yang tidak layak, kini jembatan tersebut satu demi satu dilakukan pengerjaan.

Ditambah lagi dengan fasilitas kesehatan, Puskesmas Pembantu (Pustu) saat ini sudah mulai dibenahi, kemudian sarana Ibadah di desa itu juga tidak ketinggalan dilakukan pembenahan.

“Rasa syukur yang tiada terhingga saya ucapkan, terimakasih kepada anggota Satgas TMMD, Dansatgas, Kodim 1202/Skw, Korem 121/Abw, Kodam XII/Tpr dan Mabesad, Mabes TNI, serta seluruh Forkopimda kabupaten Bengkayang,” papar Aloysius kades Sentangau Jaya.

Dari Sudut Lain Kegiatan TMMD

Membangun tentu bukan hanya fisik, membangun personal dari masyarakat adalah merupakan modal dasar negara untuk memiliki daya saing.

Berbagai macam program penyuluhan juga dilakukan oleh anggota Satgas TMMD kepada masyarakat yang menjadi sasaran kegiatan TMMD.

Semua ini dilakukan sebagai upaya pemerintah membuka cakrawala, pola pikir, untuk menumbuhkan Kekuatan daya.saing di era globalisasi saat ini.

Inilah wujud refleksikan dari nawacita program pembangunan yang selalu didengungkan oleh pemerintah,” paparnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *