Pasca Kasus Covid-19 Perlu Ada Strategi, Kapitra Ampera : Pemberitaan Informasi Menyenangkan

  • Whatsapp
Briptu RP Bikin Malu Polri ,Tertangkap Tangan Bawa Narkoba
  • Save
Briptu RP Bikin Malu Polri ,Tertangkap Tangan Bawa Narkoba

Jakarta | Ujungjalan.com – Praktisi Hukum Dr. M. Kapitra Ampera, SH., MH. menyatakan Hampir satu setengah tahun pasca kasus Covid -19 pertama di Indonesia, penanggulangan penyebaran virus corona ini masih menjadi prioritas perhatian bangsa ini.

Kapitra menguraikan lebih dari 2 juta warga telah terjangkit virus tersebut, dan sebagaimana pemberitaan media, jumlah tersebut terus bertambah puluhan ribu kasus setiap harinya. Kata Kapitra pada Selasa, (6/7/2021).

Bacaan Lainnya

“Dapat dipahami, pemerintah menjadi kalut dengan situasi saat ini, dimana segala daya upaya telah dikerahkan, baik melalui himbauan pencegahan, pengobatan gratis, vaksinasi, dan upaya preventif lainnya demi menekan perkembangan virus Covid -19, “tuturnya.

Dibandingkan negara-negara lain di dunia yang sudah mulai membebaskan kewajiban masker, sebagai tanda bebasnya dari virus, Indonesia masih sibuk lantaran varian-varian baru jenis Virus Covid -19 yang terus bermunculan di Indonesia.

Mengingat pemberitaan media informasi baik cetak maupun elektronik cenderung memberitakan bahaya virus, penambahan kasus positif, dan pemberitaan korban meninggal dunia akibat virus Covid -19, maka perlu adanya strategi lain dalam menanggulangi bahaya penyebaran virus ini.”Caranya adalah dengan memberikan pemberitaan dan Informasi yang menyenangkan bagi masyarakat,”idealoginya.

Faktor Psikologis sangat penting dalam menjaga imunitas tubuh untuk mencegah masuknya virus Covid ke tubuh manusia,itu kuncinya “kata Kapitra.

Pemberitaan yang menakutkan masyarakat seperti penyebaran yang tinggi dan kematian yang terus bertambah, akan menimbulkan panic disorder. Perilaku seseorang ditentukan oleh cara berfikir, dan cara berfikir ditentukan oleh informasi yang didapatkan. Maka pemberitaan negatif akan menyebabkan anxiety masyarakat. Saat stress, tubuh merangsang sistem kekebalan tubuh bekerja.Tubuh akan melepaskan hormon kartisol yang akan menghambat pelepasan histamin dan respon peradangan untuk melawan zat asing, sehingga tubuh tidak kuat untuk menangkal virus.

Oleh karenanya, pemberitaan media diharapkan untuk lebih mengedepankan informasi berkaitan kesembuhan pasien, seperti sharing penyintas Covid-19.

Kapitra menyatakan Himbauan dari tokoh-tokok masyarakat untuk mengikuti arahan pemerintah, seperti menjauhi kerumunan, tata cara menggunakan masker yang benar. Lalu Sharing pengalaman masyarakat yang berada di lingkungan yang terpapar virus, namun tetap sehat.

Baca Juga : Serbuan Vaksin Covid-19 Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 144/Jy Gabungan Puskesmas dan Koramil 04/Badau

Tidak hanya pemberitaan media, masyarakat juga dihimbau untuk menjadi contoh bagi orang lain dalam menyebarkan semangat positif untuk melawan penyakit ini.

Perasaan bahagia, aman, dan nyaman menjadi tanggungjawab pemerintah sebagai pelindung masyarakat Indonesia. Maka, untuk mewujudkannya, pemerintah tidak hanya memberikan informasi agar masyarakat khawatir dan berhati-hati, namun juga memberikan informasi yang berisi harapan, kebahagiaan dan perasaan terlindungi dari bahaya Covid – 19 ini, “tutur tegas Kapitra.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *