Disenyalir Perintah Lurah Oknum Ormas Pukul Wartawan RJN: Kapolres Majalengka Buru Pelaku

  • Whatsapp
Disenyalir Perintah Lurah Oknum Ormas Pukul Wartawan RJN: Kapolres Majalengka Buru Pelaku
  • Save
Disenyalir Perintah Lurah Oknum Ormas Pukul Wartawan RJN: Kapolres Majalengka Buru Pelaku

Majalengka | Ujungjalan.com – Tak beretika, aksi koboy yang dilakukan oleh oknum Ormas di Kantor Desa Mekarwangi Kecamatan Lemah Sugih Kabupaten Majalengka Jawa Barat. Telah mencederai Serta melecehkan profesi wartawan yang sedang melaksanakan tugasnya.

Kejadian tersebut ketika wartawan akan melakukan Klarifikasi terkait tentang pemberitaan. Namun hal yang terjadi malah di intimidas oleh beberapa oknum berpakaian ormas. Bahkan terjadi pemukulan kepada wartawan. Hingga menyebabkan luka di bagian wajah, dan keluar kata kata Binatang yang di ucapkan oleh oknum ormas.

Bacaan Lainnya

Penganiayaan tersebut telah dilaporkan ke Polres Majalengka dengan No STPL/378/VI/2021/JBR/RES MJL

Ketua Umum Ruang Jurnalis Nusantara Arfendi mengutuk kejadian penganiayaan terhadap wartawan yang sedang melaksanakan tugasnya. Me gingat wartawan adalah pilar ke empat dari demokrasi.

Sebab tugas jurnalis dilindungi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“Menghalangi tugas jurnalis saja sudah pidana. Apalagi sampai ada kekerasan fisik,” kata Arfendi.

Ketentuan pidana ini diatur dalam UU Pers Pasal 18 ayat (1), yang berbunyi setiap orang yang secara melawan hukum. Dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi. Maka dipidana penjara paling lama tahun atau denda paling banyak Rp500 juta,” tegasnya.

Lebih lanjut, Arfendi meminta Kapolres Majalengka segera tangkap pelaku penganiayaan yang dilakukan oleh oknum ormas tersebut.

Ruang Jurnalis Wartawan sebagai Wadahnya para jurnalis akan terus mengawal hingga pelaku dapat secepatnya ditangkap. Tentu agar tidak adalagi kekerasan terhadap pers terus berulang,” tandas Arfendi.

Sementara menanggapi hal terebut, Pimpinan Perusahaan Fokus Berita Indonesia (FBI) Mujianto, membenarkan tindakan yang dilakukan preman berbaju Ormas Panca Sila terhadap wartawannya.

Dia mengaku lagi memantau laporan perkembangan terkait laporan kasus tersebut di Polres Majalengka. Tentu akibat perlakuan para oknum tersebut mengakibatkan jurnalis FBI terluka dan trauma.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *